By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Bagi Rimbawan KAGAMA ini, Bukan New Normal yang Dibutuhkan Bumi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Opini > Bagi Rimbawan KAGAMA ini, Bukan New Normal yang Dibutuhkan Bumi
Opini

Bagi Rimbawan KAGAMA ini, Bukan New Normal yang Dibutuhkan Bumi

admin
Last updated: Mei 30, 2020 7:39 am
By admin 2 Min Read
Share
SHARE

Yogyakarta, arsip.bhantaran.com – Gaung New Normal alias Kenormalan Baru tengah diperbincangkan seantero negeri.

Istilah ini mengemuka sejak pertengahan Mei lalu. Yakni ketika grafik penyebaran Covid-19 di Indonesia menunjukan grafik stabil dan ada indikasi dapat dikendalikan.

Melalui Normal Baru, masyarakat akan menjalani kehidupan seperti biasa.

Berkaitan dengan hal ini, Presiden Joko Widodo pun menyebut inilah saatnya masyarakat bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

Hal itu dituturkan Jokowi di Istana Merdeka pada Kamis (7/5/2020) lalu.

Namun demikian, Dr. Transtoto Handadhari melihat konsep New Normal masih menjadi perdebatan politik.

Alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1971 itu menilai, New Normal memang punya tujuan baik.

Yakni membuka isolasi ekonomi, pasar, perkantoran, dan aktivitas publik.

Alasannya, masyarakat tentu juga butuh makan untuk menunjang kelangsungan hidupnya.

Akan tetapi, ada hal yang membuat Transtoto masih sangsi dengan konsep tersebut.

Tanggapan yang beredar dalam posisi corona yang masih belum terkendali ini memandang kebijakan global tersebut lebih berpihak pada kaum kapitalis,” kata Transtoto, kepada Kagama.

“Yakni pengusaha besar dan pemodal. Namun, kebijakan itu mengabaikan keselamatan dan kesehatan masyarakat luas,” terang Ketua Umum Yayasan Peduli Hutan Indonesia tersebut.

Menurut Transtoto, ada konsep yang lebih relevan, permanen, dan aman.

Konsep itu adalah New Norm alias norma baru mengenai tatanan dan budaya kehidupan.

“Norma Baru terkait pola pikir serta tatanan kehidupan baru yang mengutamakan kesehatan, kebersihan, ramah lingkungan, hidup rendah karbon,” ujar Transtoto.

“Kemudian, banyak menanam, bercocok tanam organik di rumah-rumah, melestarikan hutan dan biodiversitas, serta hidup sosial yang hemat, saling membantu dan gotong royong,” jelas lelaki kelahiran 6 Maret 1951 ini.

Direktur Utama Perum Perhutani Periode 2005-2008 itu juga menyebut salah satu contoh jika norma baru diterapkan.

Yakni keterjagaan langit yang tetap berwarna biru. Hal yang demikian lantas disebut Transtoto sebagai Norma (Budaya) Langit Biru.

Di sisi lain, pria asal Jogja ini menganggap baik normal baru atau norma baru tidak perlu dipertentangkan.

Sebab, dia menilai, kedua konsep tersebut bisa saling mengisi. Tentunya dengan menyesuaikan waktu dan kebutuhannya.

“Kesabaran adalah hal yang perlu dipertimbangkan untuk saat ini,” pungkasnya.(*)

Resource : KAGAMA.CO

You Might Also Like

Jangan (sekali-kali) Menantang Rakyat!

Membangun Support System untuk Diri Sendiri

Uang Kripto Versus Rupiah

Antara Taati PPKM Darurat dan Pemenuhan Gizi di Masa Pandemi

Menyoal Keterwakilan Dewan Pengawas LPP RRI

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Disdik Tuban Keluarkan Surat Edaran Perpanjangan Pembelajaran di Rumah
Next Article Hasil Rapid Test 300 Pedagang Tradisional di Bojonegoro 2 Orang Dinyatakan Reaktif

Populer

Dua Pengedar Sabu Berhasil Ditangkap Satres Narkoba Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Prestasi Terbaik, Pemkab Tuban Raih Penghargaan JDIH Jatim
Daerah
Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Nasional
Tiga Pelaku Pengedar Uang Palsu di Pasar Wage Grabagan Diringkus Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
Berita
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Dua Pengedar Sabu Berhasil Ditangkap Satres Narkoba Polres Tuban
  • Prestasi Terbaik, Pemkab Tuban Raih Penghargaan JDIH Jatim

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?