By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Epidemiolog UGM: Mobilitas dan Ketidakpatuhan Prokes Sebabkan Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Lebaran
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Epidemiolog UGM: Mobilitas dan Ketidakpatuhan Prokes Sebabkan Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Lebaran
Berita

Epidemiolog UGM: Mobilitas dan Ketidakpatuhan Prokes Sebabkan Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Lebaran

admin
Last updated: Juni 11, 2021 7:56 am
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

YOGYAKARTA, arsip.bhantaran.com — Kasus positif Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir mengalami lonjakan. Bahkan, di beberapa daerah justru kasus Covid-19 meningkat hingga puluhan kali lipat. Dua daerah yang menjadi sorotan pemerintah dan satgas covid pusat adalah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Kabupaten Bangkalan, Madura. Tidak hanya itu, daerah yang lain juga mengalami peningkatan jumlah kasus meski tidak melonjak tajam, namun pemerintah setempat diminta tetap waspada dengan mempersiapkan ketersediaan kamar Covid-19 di setiap rumah sakit rujukan dan gedung-gedung yang menjadi lokasi isolasi mandiri.

Epidemiolog UGM, dr. Riris Andono, atau akrab disapa dokter Doni menilai peningkatan lonjakan kasus positif Covid-19 bisa disebabkan oleh klaster mudik kemarin dikarenakan mobilitas warga di saat lebaran meningkat. “Dengan atau tanpa mudik, apabila mobilitas meningkat ketika sudah ada transmisi lokal, penularan juga akan meningkat,” ujarnya, Kamis (10/6).

Seperti diketahui, peningkatan kasus di Kudus misalnya, ditengarai oleh Satgas Covid-19 berasal dari klaster ziarah makam yang menyebabkan naiknya kasus tersebut. Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebutkan justru klaster keluarga yang menjadi penyebab naiknya kasus Covid-19 di Kudus. Menurut Doni, untuk mengetahui penyebab naiknya kasus di Kudus harus ada data secara riil soal seberapa besar kunjungan ke makam, lalu seberapa jauh kedisiplinan masyarakat dan faktor lainnya. “Kalau tidak ada data riil ya tidak bisa ditarik kesimpulan yang mana secara pasti. Yang bisa diberikan adalah penjelasan kemungkinan. Baik mobilitas, maupun kepatuhan pada protokol atau keduanya berkontribusi pada peningkatan kasus,”paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa untuk membedakan kemungkinan-kemungkinan tersebut juga tidak terlalu relevan sebab strategi pengendalian penularan itu memerlukan kombinasi antara melakukan restriksi dan meningkatkan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan. “Saya tidak bisa membuat kesimpulan yang pasti. Tetapi yang terlihat di masyarakat adalah banyak ketidakpercayaan terhadap adanya Covid-19. Ini bisa disebabkan karena ketidaktahuan mereka tentang Covid, disinformasi terkait covid, maupun mungkin juga kejenuhan terhadap situasi yang tidak menentu secara berkepanjangan,”jelasnya.

Menurut Doni, salah satu upaya pemerintah dan Satgas Covid-19 untuk saat ini adalah menekan laju mobilitas warga. Sebab, apabila transmisi di komunitas meningkat tinggi maka risiko penularan juga akan meningkat.
Sumber : ugm.ac.id
Foto : Antara

You Might Also Like

Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar

AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban

Tinjau Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Ajak Warga Selalu Waspada

Sekda Tuban Pimpin Apel Perdana 2026, Tekankan Arah Kebijakan Pemkab Tuban

74 Personil Polres Tuban Menerima Kenaikan Pangkat

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Pemerintah Luncurkan Aplikasi UPT Peternakan dan Kesehatan Hewan
Next Article Membedah Bahaya dan Solusi Sampah Plastik dan Mikroplastik di Indonesia

Populer

Lamongan Jadi Pilot Project Simulasi Penebusan Pupuk Subsidi Sektor Perikanan
Daerah
Bupati Tuban Menyerahkan 975 Sertipikat Tanah Wakaf
Berita
Pemkab Tuban Dinobatkan Sebagai Kabupaten Terbaik dalam Pemanfaatan Data Pendidikan
Daerah
Puluhan Rumah di Tuban Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Peristiwa
Dugaan Salah Tangkap 8 Oknum Anggota Polres Tuban Kini Ditangani Bidpropam Polda Jatim
Hukum & Kriminal
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar
  • AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?