By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Membedah Bahaya dan Solusi Sampah Plastik dan Mikroplastik di Indonesia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Breaking News > Membedah Bahaya dan Solusi Sampah Plastik dan Mikroplastik di Indonesia
Breaking News

Membedah Bahaya dan Solusi Sampah Plastik dan Mikroplastik di Indonesia

admin
Last updated: Juni 12, 2021 2:29 pm
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

arsip.bhantaran.com — Pencemaran lingkungan akibat adanya sampah plastik merupakan tantangan bersama. Pencemaran oleh limbah plastik selaras juga dengan produksi plastik secara eksponensial pada tingkat global. Plastik sendiri banyak digunakan pada sektor manufaktur industri dan pada proses pembuatan produk kegiatan sehari hari.

“Di lingkungan laut saat ini 85 persen sampah laut didominasi oleh limbah plastik. Hal ini disebabkan limbah plastik yang terbawa oleh aliran air salah satunya melalui sungai,” ujar Dr. Andhika Puspito Nugroho, dosen dan peneliti lingkungan Fakultas Biologi UGM dalam BioTalks, Jumat (11/6).

Mikroplastik adalah partikel / fragmen plastik yang memiliki ukuran di bawah 5 mm dan merupakan polutan yang bersifat resisten. Mikroplastik sendiri terdapat 2 macam yaitu Primary Microplastic yang biasanya terdapat produk perawatan seperti shower gel, cat, detergen, dan krim. Mikroplastik yang berada pada lautan saat ini bersumber dari kegiatan sehari hari yang ada di daratan. Jenis kedua adalah Secondary Microplastic yang merupakan hasil dari degradasi sampah plastik. Mikroplastik ini saat ini sudah mencemari organisme laut dan sudah masuk ke dalam rantai makanan yang mana manusia menjadi konsumen puncaknya.

“Mikroplastik ini sering kali dianggap sebagai makanan oleh berbagai organisme di laut sehingga polutan mikroplastik dapat mengganggu kesehatan organisme laut atau dapat berpindah dari sistem pencernaan masuk ke sistem peredaran darah organisme laut,” imbuh Andika.

Wahyu Marjaka, Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, menjelaskan justru permasalahan mikroplastik sering kali disebabkan dari adanya plastik yang biodegradable, namun tidak diregulasi dengan baik. Akhirnya ketika ada proses degradasi plastik itu terjadi justru menimbulkan mikroplastik polutan di lingkungan.

Isu sampah plastik merupakan isu penting yang harus ditanggung bersama dari mulai edukasi oleh akademisi, regulasi pemerintah untuk menangani hal tersebut, hingga kesadaran dari diri masing masing pribadi.

“Mulai 2015 sampai saat ini pemerintah terus mendorong untuk masyarakat melakukan 3R dan menerapkan kebijakan yang bertujuan untuk mencapai SDGs Goals,” tutur Wahyu.

Wahyu juga mengatakan bahwa kebiasaan pribadi untuk menanggulangi sampah plastik juga perlu terus untuk didorong seperti membiasakan makan tanpa alat plastik, mengurangi penggunaan sampah sekali pakai, hingga langkah langkah kecil untuk mengurangi sampah dengan reuse.

“Akademisi, pemerintah, dan masyarakat sebenarnya sudah aware terhadap isu sampah ini, namun langkah langkah tersebut harus dibarengi dengan sustainability commitmen, ” tutur Wahyu
Sumber : ugm.ac.id

You Might Also Like

Pemerintah Tegakkan Disiplin ASN, Puluhan Pelanggar Ditindak Tegas

Ipda Purnomo Diundang Talkshow Spesial Hari Pahlawan Nasional di TV One

Hari Ulang Tahun ke-21 Laskar Ronggolawe Nusantara, Bersatu Menuju Perdamaian dan Bermartabat

Polres Tuban Sidak SPBU, Adanya Informasi Pengoplosan Pertalite

Polres Tuban Amankan Puluhan Remaja yang Meresahkan Dijalan Raya

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Epidemiolog UGM: Mobilitas dan Ketidakpatuhan Prokes Sebabkan Kasus Covid-19 Meningkat Pasca Lebaran
Next Article Giat Rutin, Polres Lampung Utara Gelar Razia Premanisme

Populer

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
Berita
Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru
Berita
UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit
Berita
Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan
Sosial
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
  • Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?