LAMONGAN, arsip.bhantaran.com – Menjadi bagian dari 7 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Lamongan berkomitmen untuk bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia dan stakeholders dalam mendorong percepatan akses keuangan di daerah.
Tim yang dikukuhkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Ballroom Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur, pada Kamis (15/12), terdiri dari Kabupaten Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Pacitan, Tulungagung, dan Lumajang. Setelah dikukuhkannya Tim tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mendorong keadilan sosial, mendorong peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat melalui inklusi keuangan.
Di depan kepala daerah yang hadir, Khofifah mengatakan, para pemimpin daerah diharapkan menggencarkan program TPAKD untuk mendorong kredit pembiayaan melawat rentenir melalui literasi keuangan kepada masyarakat.
“literasi keuangan ini menjadi bagian yang sangat penting ketika kita sangat mungkin dari sisi keuangan tinggi. Literasi keuangannya yang harus dilakukan supaya tidak terjadi disparitas seperti saat ini, sehingga menjadi bagian yang sangat penting untuk membangun literasi keuangan di lingkungan masyarakat,” kata Khofifah.
Selain itu, untuk mereduksi sebaran rentenir, Khofifah menekan untuk pemerintah daerah harus mendampingi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang sudah mendapatkan serifikasi dari OJK. “LKM yang sudah menerima sertifikat dari OJK memang masih kecil, tapi Saya berharap bahwa ini akan terus mendapatkan pendampingan terutama dari bupati wakil bupati yang hadir,” imbuh Khofifah.
Untuk dapat meningkatkan akses keuangan daerah, Khofifah berharap 7 daerah yang di kukuhkan dapat meningkatkan potensi daerah melalui Desa Devisa maupun Pertanian. (kom/bn)

