TUBAN, arsip.bhantaran.com — Sepanjang 1 Kilo Meter tanah di bibir Bengawan Solo terkikis akibat luapan air sungai terpanjang di pulau Jawa ini, tepatnya di desa Tambakrejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, kondisinya cukup mengkhawatirkan.
Dalam kesempatan ini Tagana Tuban melakukan pendataan di sepanjang Bantaran Bengawan Solo yang tanahnya terkikis akibat luapan air. Menghadapi musim penghujan saat ini warga desa Tambakrejo cukup kawatir lantaran jarak permukiman dengan bibir Bengawan kurang lebih sekitar 5 Meter.
Menurut Kepala Desa Tambakrejo, Sadekan pada arsip.bhantaran.com Sabtu (19/12), di Balai desa mengatakan bahwa dalam kurun waktu 30 tahun kurang lebih 18 hektar sawah dan pekarangan hilang akibat terkikis luapan air Bengawan Solo, dia berharap pada pemerintah daerah dan pusat segera tanggap mengambil langkah cepat untuk membangun tanggul sekaligus plengsengan guna mengamankan pemukiman warga sebelum terkikis lebih lebar lagi, tuturnya.

Harapan itu juga disampaikan Sutrisno (45) warga setempat, dia berharap pemerintah segera membangun tanggul dan plengsengan secepatnya agar kerusakan tanah pekarangan sekaligus sawah milik warga tidak makin parah, harapnya.
Ditempat yang sama, Menurut Izzul Fuadi Sekretaris Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kabupaten Tuban, dia bersama anggota Tagana melakukan pendataan lokasi yang terkikis Bengawan Solo hingga longsor dan kemudian diteruskan dengan melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah desa Setempat.
(yon/bn)

