LAMONGAN, arsip.bhantaran.com — Kondisi Bibir Sungai bengawan Solo turut desa Keduyung Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan ambles hal ini membuat warga sekitar menjadi was was dan khawatir.
Amblesnya bibir sungai bengawan Solo ini sudah menyentuh jalan aspal desa, tentu saja warga setempat menginginkan segera ada solusi agar ambles tersebut tidak semakin melebar.
Menurut Kepala desa Keduyung, Angga Pradita David Hamka saat dihubungi arsip.bhantaran.com melalui sambungan selulernya Kamis, (1/12/2022) mengatakan dia berharap Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menganggarkan dan segera merealisasikan plengsengan seperti di desa Kendal, tuturnya.
” Kami sangat berharap dilakukan pembangunan plengsengan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo seperti yang dikerjakan di desa Kendal, ” harap Kepala desa muda yang akrab di sapa David ini.
Hal senada disampaikan Asikan (69) warga Keduyung yang rumahnya dekat dengan tanah ambles bibir sungai bengawan Solo, berharap segera dibangun dipaku bumi biar kuat, dirinya bersama warga lainnya merasa was was dan khawatir melihat kondisi tersebut, ungkapnya.
” Bulan April sampai Mei amblesnya lebih parah lagi mas, saat ini air lagi besar-besarnya, nanti kalau volumenya kecil alirannya kenceng akan ambles, selalu begitu, ” jelas Asikin.
Sekedar diketahui, Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa, Panjangnya sekitar 548.53 km dan mengalir melewati dua provinsi yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur. (ed/bn)

