By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Berkat Branding Lele Asap Khas Desa Kauman, Handoko Dinobatkan Jadi Pemuda Pelopor
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Berkat Branding Lele Asap Khas Desa Kauman, Handoko Dinobatkan Jadi Pemuda Pelopor
Berita

Berkat Branding Lele Asap Khas Desa Kauman, Handoko Dinobatkan Jadi Pemuda Pelopor

admin
Last updated: Juni 22, 2021 12:49 pm
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

BOJONEGORO, arsip.bhantaran.com – Letak lokasi budidaya lele milik Handoko Sukarno berjarak 31 kilometer dari kota. Tak banyak yang tahu ternyata di Desa Kauman, Kecamatan Baureno inilah tempat Handoko, sapaan akrabnya mengolah lele menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Salah satunya lele asap.

Asap bara api mengepul di sekitar rumah produksi. Beberapa pemuda tampak sibuk mengasapi lele. Lama pengasapan tergantung ukuran lele. Rerata estimasi waktu pengasapan tak memakan waktu lama. Sementara jika lele dibeli di pasar, harga per kilo kurang lebih Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu. Namun Handoko berinovasi dan mengolah lele menjadi 7 varian produk turunan dan mampu mendongkrak harga lele.

Handoko Sukarno kini dinobatkan menjadi Pemuda Pelopor dari Desa Kauman, Kecamatan Baureno karena telah menjadi finalis di tingkat Provinsi Jawa Timur dari bidang pangan. Lomba tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro.

Bermula dari mata pencaharian sang ayah sebagai pembudidaya ikan lele sejak tahun 2001, Handoko bersama dengan kakaknya mulai merintis usaha budidaya dan pengolahan ikan lele. Kini mereka terhimpun dalam Paguyuban Petani Lele Bojonegoro dengan keanggotaan khusus pemuda 10 anggota.

“Kami juga membuat koperasi khusus perikanan yang terletak di Mojodeso. Anggota kurang lebih ada 40 orang. Sementara Potensi lele di Desa Kauman belum terkenal dan lele asap terbatas di Bojonegoro,” imbuhnya.

Handoko mencoba mengenalkan kearifan lokal bahwa lele asap adalah produk khas Bojonegoro. Adanya produk lele asap, maka muncul pula produk turunan lainnya, seperti nugget, abon, dan kerupuk. Produk olehan lele ini sudah di distribusikan keluar kota seperti Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Pasuruan, Malang serta sudah menjangkau wilayah Jabodetabek.

Melalui ajang pemuda pelopor, harapannya nanti bukan sekadar promosi produk, tetapi juga memperkenalkan kearifan lokal. Untuk mencapai itu, salah satu rencana Handoko di tahun 2021 ini, ingin membuat festival olahan lele yang memperkenalkan semua produk olahan lele di Bojonegoro agar dikenal masyarakat luas.

“Untuk tahun depan pengen buat pusat edukasi dan pelatihan di Desa Kauman. Biar anak ataupun remaja tahu kalau kita punya budaya dan makanan khas yang bisa dikembangkan. Sekaligus untuk penerus baru dan bisa menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat,” tutur pria yang masih berstatus mahasiswa ini.

Selain itu, Handoko ingin mengubah stigma yang ada di masyarakat tentang kualitas budidaya ikan lele. Jika pembudidayaan dan pengolahan ikan lele dilakukan secara tepat, maka produk yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik dan menambah nilai jual ikan lele. (*)

You Might Also Like

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan

Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru

UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit

Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Tahun ini 34 Desa di Lamongan Berstatus Desa Mandiri
Next Article Pastikan Pembangunan Sesuai Program Prioritas, Bupati Halindra Koordinasi dengan OPD

Populer

Peringkat 1 di Indonesia, Bidang Ilmu Studi Pembangunan dan Ilmu Politik UGM Tembus 100 dan 200 Top Dunia
Berita
Pangdam V/Brawijaya Kunjungi Marshalling Area Yonif TP 932/Sunan Bonang, Apresiasi Dukungan Pemkab Tuban
Berita
Cabuli Dua Bocah, Pria Asal Semarang di Tangkap Satreskrim Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Diminta Genjot Pemanfaatan Bahan Bakar
Headline
Pengawasan Program MBG Diperkuat, Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tuban Ajak Masyarakat Jaga Dapur MBG
Daerah
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
  • Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?