LAMONGAN, bhantaran.com – Beredar isu terkait pungli di SMA Negeri 1 Babat, yang santer memojokkan lembaga pendidikan kebanggan masyarakat Babat ini, isu miring tersebut berkaitan pembelian LKS (Lembar Kerja Siswa) serta kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).
Isu liar itu langsung di tepis H. Sunardi selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Babat, bahwasannya kabar tersebut tidaklah benar.
” Di SMA Negeri 1 Babat tidak ada LKS dan tidak ada pula pungutan biaya kegiatan P5. Bahkan kami selaku pihak sekolah tidak pernah memungut biaya untuk seragam, kecuali mereka pesan, kami membebaskan pembelian seragam yang penting sesuai dengan aturan telah ditentukan pihak sekolah, ” ungkap kepala sekolah yang sudah mengabdi 5 tahun di SMA Negeri 1 Babat ini.
Lebih lanjut, H. Sunardi membeberkan, “Kalaupun ada iuran sifatnya sukarela, itupun dibelikan alat-alat perlengkapan sholat di masjid milik SMA Negeri 1 Babat yang baru 70% tahap pembangunannya, selain itu tidak ada pungutan-pungutan lainnya,” imbuhnya.
SMA Negeri 1 Babat yang beralamatkan di jalan Sumowiharjo lingkungan Sawonggaling ini merupakan lembaga pendidikan terfavorit di kota Wingko, hal itu bisa dilihat para siswa-siswinya tidak hanya asal Babat saja namun dari kecamatan lain, tentunya dengan sistem penerimaan cukup ketat yakni jalur zonasi, afirmasi dan prestasi.
isu miring mengenai pungli di SMA Negeri 1 Babat tersebut tidak benar adanya, semua itu bisa jadi hanyalah berita yang sengaja dihembuskan ingin menjatuhkan lembaga pendidikan terfavorit kebanggaan masyarakat Babat, (red)

