By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Bupati Tuban Ajak Lestarikan Budaya Luhur
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Daerah > Bupati Tuban Ajak Lestarikan Budaya Luhur
BeritaDaerah

Bupati Tuban Ajak Lestarikan Budaya Luhur

admin
Last updated: November 29, 2021 7:00 am
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

TUBAN, arsip.bhantaran.com – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., hadiri pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Tuban ke-728 di halaman kantor Pemkab Tuban, Sabtu (27/11/2021) malam.

Pagelaran wayang kulit ditandai dengan penyerahan wayang dari Bupati Tuban kepada Dalang Cilik Threean Armada Novaridho. Untuk diketahui Dalang cilik asal Kenduruan ini meraih Penghargaan 5 Dalang Sabet Terbaik pada Parade Wayang Bocah tingkat Provinsi Jawa Timur tahun ini.

Pagelaran Wayang yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan penonton terbatas karena masih dalam masa pandemi Covid-19 ini juga disiarkan secara virtual membawakan Lakon Wahyu Keprabon dengan dalang dari berbagai kecamatan Kabupaten Tuban antara lain Dalang Cilik Threean Armada Novaridho dari Kenduruan, Ki Buntas Pardopo dari Tambakboyo, Ki Tri Bayu Santoso dari Jatirogo, dan Ki Agus Supeno dari Kenduruan.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengungkapkan apa yang dilakukan oleh Threean Armada Novaridho hendaknya dapat dicontoh generasi muda dan masyarakat umum. Kecintaan terhadap budaya luhur bangsa Indonesia dapat dipupuk sejak dini secara konsisten. Alhasil, mampu memotivasi diri dan membawa prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Tuban. “Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih atas prestasi yang diraih dalam melestarikan budaya kita,” ungkapnya.

Mas Bupati menyatakan kecintaan terhadap budaya asli bangsa Indonesia harus terus dijaga. Selaras dengan hal tersebut, Pemkab Tuban berkomitmen untuk melestarikan budaya luhur, salah satunya kesenian wayang kulit. Sehingga kesenian wayang kulit yang juga menjadi jati diri bangsa Indonesia kian diminati generasi muda. Serta mampu melahirkan dalang maupun seniman wayang kulit muda.

Lebih lanjut, banyak pengajaran yang dapat diperoleh dari filosofi seni budaya yang ada maupunkisah yang dipentaskan. Nilai-nilai luhur yang terkandung diantaranya berjiwa ksatria nan pemberani, jujur, ulet, dan tanggungjawab perlu untuk diteladani dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Semetara itu, Plt. Kepala Disparbudpora kabupaten Tuban, Drs. Endro Budi Sulistiyo menerangkan lakon Wahyu Keprabon mengisahkan cerita Raden Gatotkaca yang masa mudanya mampu membawa kesejahteraan masyarakat. Sifatnya yang pemberani, pekerja keras, dan ulet menjadikan negaranya maju dan disegani. Cerita ini memiliki kesamaan dengan kondisi kabupaten Tuban saat ini yang memiliki pemimpin muda.

“Sesuai dengan visi misi yang diusung Mas Bupati yaitu Kabupaten Tuban yaitu Membangun Serta mewujudkan Tuban Sejahtera, Berkeadilan, Berbudaya, Berdaya Saing dan Berbasis Lingkungan Melalui “Mbangun Deso Noto Kutho,” ujarnya.

Endro Budi mengatakan kegiatan yang ini diharapkan meningkatkan rasa cinta terhadap seni pedalangan dan wayang sebagai warisan budaya tak benda yang sudah diakui UNESCO. “Saat ini jumlah dalang di kabupaten Tuban yang tercatat sebanyak 46,” terangnya.

Hadir pada kegiatan ini perwakilan Forkopimda, Sekda Tuban, Asisten, sejumlah pimpinan OPD serta Ketua dan Pengurus Persatuan Dalang Indonesia (Pepadi) Kabupaten Tuban. (MCT/bn)

You Might Also Like

Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar

AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban

Tinjau Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Ajak Warga Selalu Waspada

Sekda Tuban Pimpin Apel Perdana 2026, Tekankan Arah Kebijakan Pemkab Tuban

74 Personil Polres Tuban Menerima Kenaikan Pangkat

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Polda Jatim Siap Kawal Aksi Buruh Tuntut Kenaikan UMP
Next Article Sebanyak 339 Peserta CPNS Pemkab Tuban Ikuti SKB

Populer

Lamongan Jadi Pilot Project Simulasi Penebusan Pupuk Subsidi Sektor Perikanan
Daerah
Bupati Tuban Menyerahkan 975 Sertipikat Tanah Wakaf
Berita
Pemkab Tuban Dinobatkan Sebagai Kabupaten Terbaik dalam Pemanfaatan Data Pendidikan
Daerah
Puluhan Rumah di Tuban Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Peristiwa
Dugaan Salah Tangkap 8 Oknum Anggota Polres Tuban Kini Ditangani Bidpropam Polda Jatim
Hukum & Kriminal
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar
  • AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?