By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Jamo: Etnomedisin Orang Madura
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Daerah > Kesehatan > Jamo: Etnomedisin Orang Madura
BeritaDaerahKesehatan

Jamo: Etnomedisin Orang Madura

admin
Last updated: September 3, 2021 12:46 am
By admin 2 Min Read
Share
SHARE

arsip.bhantaran.com — Etnomedisin merupakan salah satu perkembangan bidang Ilmu Antropologi yang juga berkaitan dengan Sains atau Etnosains. Bidang ini mengulas berbagai cara dan pengobatan medis yang dilakukan oleh masyarakat yang masih sangat kental dengan budaya sehingga setiap penanganan medis memiliki maksud dan nilai budaya tersendiri. Pembahasan terkait Etnomedisin ini sangat menarik untuk diulas lebih dalam seperti nilai kebudayaan hingga efektifitas pengobatan itu sendiri.

Potensi Etnomedisin di Indonesia cukup tinggi. Salah satunya adalah Jamo yaitu sebutan jamu atau ramuan herbal bagi orang Madura. Untuk memfasilitasi pengembangan ilmu Etnomedisin Fakultas Ilmu Budaya UGM menggelar Kajian Antropologi Indonesia bertemakan “Jamo : Etnomedisin Orang Madura pada Senin (30/8).

Dalam pemaparan kajian Jamo, Dr. Ekna Satriyati, S.S., M.Hum, dosen Fakultas Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo, menyampaikan Jamo dipercaya oleh masyarakat dapat menjaga kesehatan badan dan batin, menyembuhkan sakit badan dan batin.

“Terdapat 95 jenis bahan herbal yang digunakan untuk berbagai ramuan jamu Madura,” tambah Ekna.

Dr. Atik Triratnawati, M.A, dosen Antropologi FIB UGM, dalam paparannya menjelaskan Jamo saat ini dianggap oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan yang alami. Selain itu, bisnis jamu ini masih dianggap menggiurkan bagi segenap pihak sehingga bagi orang awam perlu adanya edukasi terkait bagaimana cara membedakan jamu Madura yang asli dan palsu.

“Kajian Etnomedisin ini kaitannya dengan bagaimana upaya merasionalkan atau mengilmiahkan obat-obatan yang tradisional,” tutur Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A., M.Phil, Guru Besar Antropologi FIB UGM.

Melihat potensi Etnomedisin yang cukup tinggi di Indonesia harapannya jamu dan ramuan di Indonesia ini dapat terus dieksplorasi terkait keefektifannya secara empirik. Dalam tanggapannya, Prof. Heddy menjelaskan saat ini jamu atau ramuan diklasifikan berbeda dengan obat farmasi yang saat ini berkembang.

Harapannya, dengan adanya berbagai kajian Etnomedisin diharapkan dapat mengeksplorasi jamu dan ramuan dengan penelitian sehingga jamu atau ramuan ini dapat menjadi alternatif pengobatan yang memang dapat teruji secara saintifik khasiatnya.

Sumber : ugm.ac.id

You Might Also Like

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan

Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru

UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit

Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Polres Lampung Utara Launching Desa Bersih Narkoba di Sumber Arum
Next Article Kapolres Beserta Ketua Bhyakangkari Lampung Utara Potong Tumpeng di Hari Jadi Polwan ke 73

Populer

Peringkat 1 di Indonesia, Bidang Ilmu Studi Pembangunan dan Ilmu Politik UGM Tembus 100 dan 200 Top Dunia
Berita
Pangdam V/Brawijaya Kunjungi Marshalling Area Yonif TP 932/Sunan Bonang, Apresiasi Dukungan Pemkab Tuban
Berita
Cabuli Dua Bocah, Pria Asal Semarang di Tangkap Satreskrim Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Diminta Genjot Pemanfaatan Bahan Bakar
Headline
Pengawasan Program MBG Diperkuat, Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tuban Ajak Masyarakat Jaga Dapur MBG
Daerah
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
  • Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?