By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Cengkeraman Cikeas Kuat di Demokrat, PDIP Tak Yakin Moeldoko Mampu Kudeta AHY
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Politik > Cengkeraman Cikeas Kuat di Demokrat, PDIP Tak Yakin Moeldoko Mampu Kudeta AHY
Politik

Cengkeraman Cikeas Kuat di Demokrat, PDIP Tak Yakin Moeldoko Mampu Kudeta AHY

admin
Last updated: Februari 2, 2021 7:30 am
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

arsip.bhantaran.com – Partai Demokrat menuding Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko berupaya merebut paksa Demokrat untuk kepentingan Pilpres 2024. PDIP menegaskan bahwa tudingan tersebut adalah khayalan belaka.

“Ilusif. Fatamorganik!” kata Politisi PDIP, Hendrawan Supratikno lewat pesan singkat, Selasa (2/1).

Hendrawan tidak yakin Partai Demokrat akan dikudeta. Sebab, menurut dia Demokrat sudah aman dalam keluarga Cikeas atau Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mencontohkan upaya sejumlah kader Demokrat dulu yang tidak mempan melawan SBY.

“Cengkeraman keluarga Cikeas sangat kuat di Demokrat. Boleh dikata semua dikuasai dari hulu ke hilir. Kelompok Anas yang dulu gemilang di Kongres Bandung saja lintang pukang. Saan Mustopa pindah ke Nasdem, Gede Pasek ke Hanura, Jadi melihat sejarahnya, Demokrat tetap aman dalam dekapan (Cikeas),” tuturnya.

Anggota DPR ini meminta Demokrat tidak perlu khawatir secara berlebihan terkait isu kudeta ini. Sebab, semua partai politik sudah biasa mengalami dinamika internal.

“Kita berharap pimpinan Demokrat tak perlu khawatir secara berlebihan. Demokrat telah menjadi demokrasi kita. Dinamika internal biasa terjadi dalam semua parpol,” ucapnya.

“Mudah-mudahan yang disampaikan (Demokrat) bukan gelembung-gelembung fatamorgana. Bila tidak, informasi sepotong yang dirangkai berubah jadi sensasi awal Februari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat mengungkap pejabat di lingkaran Presiden Joko Widodo yang berupaya mengambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. Dia adalah Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan Moeldoko menyalahgunakan kekuasaan dengan cara mencatut nama Presiden Joko Widodo.

“Ini bukan soal Demokrat melawan Istana, atau Biru melawan Merah. Ini soal penyalahgunaan kekuasaan dengan mencatut nama Presiden,” kata Herzaky lewat keterangan tertulis kepada merdeka.com, Senin (1/2).

Dia menjelaskan cara Moeldoko berupaya ‘menggoyang’ posisi AHY dengan langsung menemui para kader Demokrat. Hal ini terungkap dari pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat.

Tujuan pengambilalihan itu untuk kepentingan terkait calon presiden 2024.

“Mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024,” tegas dia.

Demokrat masih menunggu respons dari Presiden Jokowi mengenai polemik ini. Herzaky mengaku sudah mendapat info jika Jokowi sudah membaca surat dari AHY.

“Kami mendapat info kalau Bapak Presiden sudah membaca surat dari kami,” tandas Herzaky.

Sumber : merdeka.com

You Might Also Like

Pasangan Riyadi-Wafi Daftar Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban

Pasangan Lindra-Joko Daftar Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tuban di KPU

Panwaslu Lamongan Dilantik, Bupati Yes: Wujudkan Demokrasi Bermartabat

Anggota DPRD Tanggapi Keluhan Adanya Indikasi Intimidasi Kemenag Bojonegoro Jelang Pilkada 2024

Pj Bupati Adriyanto Diharapkan Bijak Jelang Pilkada Bojonegoro 2024

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Tuban Berlakukan PPKM, Ini Penjelasannya
Next Article Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Warga Kedungharjo Ini Belum Ditemukan

Populer

Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar
Peristiwa
AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban
Berita
Tinjau Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Ajak Warga Selalu Waspada
Berita
Sekda Tuban Pimpin Apel Perdana 2026, Tekankan Arah Kebijakan Pemkab Tuban
Daerah
74 Personil Polres Tuban Menerima Kenaikan Pangkat
Berita
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar
  • AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?