By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Layanan Kesehatan Harus Inklusif Terhadap Orang Dengan Disabilitas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Daerah > Kesehatan > Layanan Kesehatan Harus Inklusif Terhadap Orang Dengan Disabilitas
BeritaDaerahKesehatan

Layanan Kesehatan Harus Inklusif Terhadap Orang Dengan Disabilitas

admin
Last updated: Desember 5, 2020 6:24 am
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

Yogyakarta, arsip.bhantaran.com — Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSA UGM, dr. Tika Prasetiawati, Sp. KJ, mengungkapkan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas harus dapat memberikan layanan yang inklusif bagi orang dengan disabilitas.

Bentuk layanan yang inklusif, terangnya, misalnya dengan membangun sarana fisik seperti ram untuk memudahkan akses bagi orang dengan disabilitas fisik atau menyediakan penerjemah bahasa isyarat bagi pasien tuli.

“Selain kesulitan akses, ada juga kesulitan dalam komunikasi, bagaimana dia bisa menyampaikan pesan yang perlu diekspresikan, karena dokter memerlukan komunikasi supaya tahu apa yang dikeluhkan atau dirasakan,” ucap Tika.

Hal ini ia sampaikan dalam acara Bincang Sehat yang tayang melalui kanal Youtube Tribun Jogja, Kamis (3/12). Dalam acara yang digelar bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional ini, Tika berbicara mengenai dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi orang dengan disabilitas.

Tika menerangkan, disabilitas sendiri terdiri atas beberapa macam, yaitu disabilitas fisik seperti ketidakmampuan berjalan sehingga harus menggunakan tongkat atau kursi roda, disabilitas intelektual yang berkaitan dengan daya pikir, misalnya retardasi intelektual, disabilitas mental yang terkait dengan gangguan jiwa sedang dan berat, serta disabilitas sensorik seperti tuli atau buta.

Inklusivitas terhadap orang dengan disabilitas, ungkapnya, bukan sekadar menjadi jargon untuk dikampanyekan, hal ini harus diwujudkan dalam layanan dan fasilitas yang sesuai.

Rumah Sakit Akademik UGM sendiri, terangnya, telah memiliki sejumlah sarana fisik seperti ram bagi pengguna kursi roda serta toilet khusus yang ramah disabilitas.

Ia menambahkan, RSA UGM juga tengah mengupayakan agar dapat menyediakan dukungan penerjemah bahasa isyarat bagi orang dengan disabilitas pendengaran.

“Inklusi adalah ketika orang-orang dengan disabilitas mendapatkan hak yang sama dengan orang tanpa disabilitas di dalam akses dan hak-hak lainnya yang disesuaikan dengan keterbatasan yang ada,” kata Tika.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengungkapkan bahwa orang dengan disabilitas dapat mengalami masalah dalam kesehatan jiwa terutama jika ia menerima stigma ataupun komentar negatif dari orang-orang di sekitarnya.

Anak dengan disabilitas intelektual yang memiliki daya pikir lambat, misalnya, terkadang menerima stigma dari lingkungan sebagai anak yang bodoh ketika tidak dapat menangkap informasi yang diberikan, atau dianggap malas karena tidak dapat mengerjakan suatu tugas.

Dalam kondisi ini, terang Tika, orang tua dan lingkungan seharusnya bersikap suportif dengan menerima anak tersebut dan memberi dukungan yang diperlukan agar anak dapat belajar secara efektif, dengan juga memeriksakan kondisi anak secara medis.

“Setiap orang mempunyai kelemahan dan kelebihan. Bisa jadi anak ini mempunyai keterbatasan di satu aspek tapi di aspek lainnya dia punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain,” terangnya.

Stigma terhadap orang dengan disabilitas, terang Tika, akan menurunkan citra diri dan selanjutnya dapat menimbulkan perasaan cemas dan depresi. Jika emosi ini sampai mengganggu kualitas hidup dan membuatnya tidak mempu beraktivitas atau berinteraksi dengan orang lain, maka orang tersebut dapat dikategorikan mengalami gangguan jiwa.

“Jadi, disabilitas ganda, yaitu disabilitas intelektual dan mental yang berkaitan dengan emosinya,” kata Tika.

Sumber : ugm.ac.id

You Might Also Like

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan

Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru

UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit

Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Presiden Bertemu Pegiat Reforma Agraria Bahas Solusi Sengketa Tanah
Next Article Kemensos Siap Masuki Era Baru Sistem Tata Kelola SDM

Populer

Peringkat 1 di Indonesia, Bidang Ilmu Studi Pembangunan dan Ilmu Politik UGM Tembus 100 dan 200 Top Dunia
Berita
Pangdam V/Brawijaya Kunjungi Marshalling Area Yonif TP 932/Sunan Bonang, Apresiasi Dukungan Pemkab Tuban
Berita
Cabuli Dua Bocah, Pria Asal Semarang di Tangkap Satreskrim Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Diminta Genjot Pemanfaatan Bahan Bakar
Headline
Pengawasan Program MBG Diperkuat, Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tuban Ajak Masyarakat Jaga Dapur MBG
Daerah
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
  • Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?