By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Komisi IV DPRD Tuban Kunker ke Kemenkes Penyelesaian Tenaga Non ASN Nakes
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Daerah > Kesehatan > Komisi IV DPRD Tuban Kunker ke Kemenkes Penyelesaian Tenaga Non ASN Nakes
Kesehatan

Komisi IV DPRD Tuban Kunker ke Kemenkes Penyelesaian Tenaga Non ASN Nakes

Bhantaran
Last updated: Juli 12, 2024 3:18 pm
By Bhantaran 3 Min Read
Share
SHARE

TUBAN,bhantaran.co – Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban melakukan kunjungan Kerja (Kunker) ke Kementrian Kesehatan RI Direktorat Perencanaan Tenaga Kesehatan di Jakarta, Jumat (12/7/2024).

Kunker para Wakil Rakyat ini dalam upaya penyelesaian nasib Tenaga Non ASN Nakes dan non Nakes di lingkup Dinas Kesehatan serta RSUD Koesma Tuban

Ketua Komisi IV DPRD Tuban Tri astuti, menyampaikan beberapa hal menyikapi aduan Forum Komunikasi Honorer Nakes dan Non Nakes pada 13 juni 2024 lalu,

Di depan tim perencanaan tenaga kesehatan Kemenkes RI Politisi Partai Gerindra itu menyampaikan beberapa point pertanyaan mengenai terbitnya UU No 20 tahun 2023 tentang ASN bahwa tahun 2025 tidak ada lagi istilah pegawai honorer dan penataannya wajib di selesaikan paling lambat akhir 2024, sedangkan masih tersisa 710 tenaga non ASN baik yang pembiayaannya dari APBD, BLUD maupun dana sharing sehingga ini akan menjadi problem manakala kuota tahun 2024 ini Tuban hanya ada formasi 155 untuk PPPK dan 8 PNS.

” Kami meminta agar mereka yang sudah mengabdi lama di pemerintahan dengan catatan Nakes tersebut kompeten agar didahulukan tentunya yang sudah terdata di SISDMK, ” harap Astuti.

Astuti juga menanyakan tentang status pegawai BLUD apakah masih bisa diperpanjang, Mengenai Pegawai BLUD boleh diperpanjang tentunya dengan prinsip efisiensi melaksanakan tugas yang bersifat teknis fungsional dan administratif sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan Rumah Sakit ataupun Puskesmas. Menpan RB masih dalam proses verval semoga Tuban masih bs mengusulkan sebelum penetapan

Tim Perencanaan Tenaga Kesehatan dari Kemenkes RI yang di Wakili Indri menyampaikan bahwa permasalahan tersebut merupakan problem bersama bukan hanya di Tuban. Dia menyarankan agar pemerintah daerah benar-benar menghitung secara riil kebutuhan nakes yang saat ini dengan aplikasi Renbut, maka penghitungan kebutuhan SDM kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit akan terdata dengan riil, tuturnya.

” Namun demikian menjadi Kewenangan Kepala daerah dalam hal menentukan peta jabatan dari proses Anjab (analisa jabatan) dan ABK (analisa beban kerja) di masing-masing instansi pemerintah guna menyusun kebutuhan serta jumlah dan jenis jabatan PNS dan PPPK yang di butuhkan, ” terang Indri.

Menurut Indri sebaiknya usulan yang disampaikan berdasarkan kebutuhan daerah, kendala finansial akan menjadi problem daerah dalam penggajian. Terkait kebijakan MenPan RB untuk penyelesaian non ASN ini kita masih dlm proses pembahasan semoga nantinya ada kebijakan baru mengingat ini sulit diselesaiakan tahun ini, Sedangkan masalah non nakes bukan ranah Kemenkes sehingga dikembalikan kebijakan daerah, Jlentreh Indri. (ed/bn)

You Might Also Like

Capaian Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Lamongan 69,92 Persen

Bupati Tuban Ajak General Muda Terlibat Kampanyekan Cegah Stunting

Bupati Tuban Apresiasi Kerja Kolaboratif Tekan Angka Stunting Jadi 11,3 Persen

Muscab VIII IBI Tuban 2025: Momentum Konsolidasi, Apresiasi, dan Regenerasi Kepemimpinan

Cara Benar Cegah Infeksi Prenatal Bagi Ibu Hamil

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Geopark Bojonegoro Disiapkan Menjadi Kawasan UNESCO Global Geopark
Next Article Peran Penting Keluarga dan Sekolah Perangi Narkoba

Populer

Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir di Ngujungrejo
Daerah
Pemkab Lamongan Koordinasikan Kesiapan Pelayanan Jelang Lebaran
Berita
SPPG Mrutuk Widang Distribusikan MBG ke Dusun Terpencil Menggunakan Perahu
Headline
Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Wapres Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban
Nasional
Wapres Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Tuban
Nasional
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir di Ngujungrejo
  • Pemkab Lamongan Koordinasikan Kesiapan Pelayanan Jelang Lebaran

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?