By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: LaNyalla Soroti Alih Fungsi Lahan Picu Krisis Beras
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > LaNyalla Soroti Alih Fungsi Lahan Picu Krisis Beras
Berita

LaNyalla Soroti Alih Fungsi Lahan Picu Krisis Beras

admin
Last updated: November 19, 2023 12:58 pm
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

BOJONEGORO, arsip.bhantaran.com – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyoroti alih fungsi lahan pertanian karena berkontribusi pada penurunan produksi padi di Indonesia. LaNyalla mendesak pemerintah untuk sepenuhnya menerapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) guna mencegah masalah ini.

Menurut LaNyalla, semangat utama UUPA 1960 adalah Reforma Agraria, yang salah satunya fokus pada redistribusi lahan. Dia menegaskan bahwa tantangan utama kedaulatan pangan terletak pada fakta bahwa sebagian besar petani di Indonesia memiliki lahan yang relatif kecil, dengan rata-rata di bawah satu hektar.

“Sulit bagi kita untuk mencapai swasembada jika petani memiliki lahan yang terbatas. Hampir 80 persen petani di Indonesia berskala kecil, dan ini merupakan masalah mendasar yang berhubungan dengan kedaulatan pangan,” ujarnya saat kunjungan kerja ke Bojonegoro, salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur, pada Minggu (19/11/2023).

Jawa Timur merupakan provinsi terbesar dalam produksi padi. Data terbaru menunjukkan bahwa Jawa Timur menghasilkan 9,59 juta ton Gabah Kering Giling (GKB). Namun, LaNyalla menyoroti konversi lahan sawah menjadi non-sawah sekitar 100.000 hektar per tahun menurut analisis Direktorat Pengendalian dan Pemantauan Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tahun 2019.

Menurutnya, solusi tercepat adalah penerapan UUPA dan semangat reforma agraria. LaNyalla menegaskan bahwa tuntutan serikat petani untuk menjalankan politik dan kebijakan agraria sesuai dengan Konstitusi dan UUPA adalah hal yang penting untuk menjadi dasar dalam pembangunan nasional.

Lebih lanjut, LaNyalla menyarankan agar Negara membentuk Badan Otorita Reforma Agraria dan segera menyusun Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria agar implementasi dari UUPA menjadi lebih konkret dan terukur. Hal ini untuk mencegah pemalsuan pengalihan lahan pertanian dan pengelolaan lahan skala besar kepada pihak-pihak tertentu.

Menurutnya, sejak kemerdekaan, negara seharusnya hanya menguasai tanah dan bukan memilikinya. Konsep “dikuasai negara” yang tertuang dalam Pasal 33 Ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 mengindikasikan penggunaan tanah dan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.

LaNyalla menjelaskan perbedaan makna antara “dikuasai negara” dan “dimiliki negara” menurut UUPA Tahun 1960. Menurutnya, pembangunan seharusnya tidak mengorbankan sektor-sektor yang berhubungan dengan kedaulatan negara, termasuk kedaulatan pangan.

RC : Beritajatim.com

You Might Also Like

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi KUR dan Penyerapan Bagi Petani Jagung

Mensos RI ke Tuban, Bahas Sekolah Rakyat, DTSEN, dan Pengentasan Kemiskinan

Polres Tuban Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026

Empat Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap Jajaran Satreskrim Polres Tuban

Bengkel Motor di Compreng Widang Ludes Terbakar

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Pemkab Lamongan Lakukan Diverifikasi Tanaman Holtikultura
Next Article Pemkab Bojonegoro Gelar Kontes dan Pameran Ternak Sapi, Dorong Pengembangan Peternakan Modern

Populer

Puluhan Rumah di Desa Tegalrejo Widang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Headline
Kapolres Tuban Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, 62 Personel Terima Tanda Kehormatan Satyalencana Pengabdian
Uncategorized
AKBP Alaiddin Resmi Menjabat Sebagai Kapolres Tuban
Berita
Tinjau Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Ajak Warga Selalu Waspada
Berita
Sekda Tuban Pimpin Apel Perdana 2026, Tekankan Arah Kebijakan Pemkab Tuban
Daerah
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi KUR dan Penyerapan Bagi Petani Jagung
  • Mensos RI ke Tuban, Bahas Sekolah Rakyat, DTSEN, dan Pengentasan Kemiskinan

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?