TUBAN, arsip.bhantaran.com – Peternak kambing di Desa Kedungsoko Kecamatan Plumpang Tuban mengeluh lantaran ternak kambingnya dalam sebulan terakhir ini banyak yang lumpuh dan mati.
Menurut penuturan Efendi Sujito (45), salah seorang peternak Kambing di Dusun Sisir Desa Kedungsoko Kecamatan Plumpang, mengeluh lantaran ternak kambingnya akhir-akhir ini banyak yang sakit dan akhirnya lumpuh dan mati.
Dugaan sementara, akibat dampak vaksin hewan ternak beberapa waktu yang lalu. Menurut Efendi, sebelum di vaksin, kambing ternaknya sehat dan tidak ada gejala sakit. Sebagian ternak kambingnya yang betina juga mengandung (hamil). Namun, di duga setelah di vaksin, kambing betina yang sedang mengandung tersebut mendadak kluron (keguguran).
“Awalnya kambing saya terlihat sehat, namun mendadak lumpuh dan mati. Sebagian kambing saya yang sedang mengandung, juga mengalami keguguran. Setelah itu, lumpuh dan akhirnya mati,” kata Efendi saat ditemui dikandang ternaknya, Rabu (5/7).
“Saya sudah mengadukan masalah ini ke pihak pemerintah desa setempat beberapa minggu yang lalu, namun hanya petugas dokter hewan swasta dari Plumpang yang diterjunkan ke lapangan,” tandas Efendi.
Efendi Sujito berharap kepada pihak Pemkab Tuban ataupun instansi terkait agar segera menindaklanjuti keluhan dan pengaduannya agar ternak kambingnya tidak mati berkelanjutan.
“Dari 10 ekor kambing ternak saya, yang mati 4 ekor. Andaikan benar kematian kambing ternak saya ini karena dampak vaksin yang dilakukan oleh petugas kesehatan hewan, saya minta kompensasi atau ganti rugi kepada pemerintah, karena sebagai peternak, saya juga mengalami kerugian,” tandas Efendi.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungsoko Plumpang, H. Rifa’i saat dikonfirmasi di kantor Balai Desa sedang tidak berada di tempat. Menurut keterangan salah seorang warga, Kades sedang ada acara diluar. (hs/ed)

