By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Presiden Jokowi Puji Pemakaian Pupuk Organik Petani di Tuban
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Headline > Presiden Jokowi Puji Pemakaian Pupuk Organik Petani di Tuban
Headline

Presiden Jokowi Puji Pemakaian Pupuk Organik Petani di Tuban

admin
Last updated: April 6, 2023 3:51 pm
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

Tuban, arsip.bhantaran.com – Presiden RI Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo bersama rombongan melakukan kunjungan kerja di Kawasan Daulat Pangan (KDP) Serikat Petani Indonesia (SPI) di area persawahan Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Kamis (06/04).

 
Dalam lawatannya di situ, Kepala Negara didampingi Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky dan beberapa rombongan lainnya turut membaur bersama petani untuk melakukan tanam padi serentak.

 
Presiden Joko Widodo kepada awak media menyampaikan, hari ini mulai menanam padi seperti di daerah-daerah lain, setelah panen tidak diberi jeda karena masih ada banyak air, jadi harus segera ditanami lagi.

 
“Yang saya senang di sini, para petani memakai pupuk organik yang dilakukan oleh SPI,” puji Jokowi.

 
Dari keterangannya, pemakaian pupuk organik tersebut telah dipakai selama 3 tahun terakhir ini di area kurang lebih seluas 1.000 hektare.

 
“Semuanya organik dan biaya untuk pupuknya yang biasanya mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per hektare, di sini cukup hemat hanya Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu per hektare,” tandas Presiden ke-7 RI itu.

 
Inilah yang menurut Jokowi bisa dikembangkan di daerah lain seperti yang dilakukan SPI ini, maka dipastikan akan mengurangi cost atau biaya yang harus dikeluarkan petani dan tidak ketergantungan dengan pupuk-pupuk kimia.

 
“Sehingga jangan sampai ada keluhan pupuknya sulit. Memang semua negara urusan pupuk memang sulit, tetapi ada pilihan-pilihan seperti yang dimulai oleh SPI, saya kira ini bagus sekali,” terang presiden yang menjabat sejak 2014 itu.

 
Dan hasilnya, sambung presiden awalnya memang menurun sedikit, tetapi selanjutnya terus meningkat. Inilah yang bagus.

 
Dan yang kedua, kata Jokowi dapat memperbaiki lingkungan. Ekosistem yang ada di sini menjadi tumbuh kembali, seperti cacing mulai banyak, belut juga banyak, katak mulai banyak. Artinya ekologinya mulai baik juga. “Pemerintah akan terus mendorong dan memperbaiki lagi,” timpalnya.

 
Presiden mengaku juga telah memerintahkan dan mendorong Mentan RI untuk mengembangkan di provinsi lain, kabupaten/kota lain, bukan hanya di Jawa Timur.

 
“Tapi problemnya petani paling tidak 1 keluarga harus memiliki 2 ekor sapi, kalau di sini sudah, tapi daerah lain tugasnya Mentan RI mencukupi itu,” harap presiden.
Sehingga harapannya, jika ke depan sudah tercukupi maka dapat membuat pupuk organik sendiri.

 
“Dan saya juga senang harga gabah petani dibanding tahun lalu meningkat jauh lebih baik, sehingga petani mestinya senang,” ujarnya.

 
Dari datanya, harga gabah petani saat ini mencapai Rp 5.700 per kilogram, dibanding tahun lalu hanya sekitar Rp 4.000 per kilogram. (MCT/bn)

You Might Also Like

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Diminta Genjot Pemanfaatan Bahan Bakar

Polres Tuban Berhasil Ungkap 55 Kasus Pekat Semeru 2026

SPPG Mrutuk Widang Distribusikan MBG ke Dusun Terpencil Menggunakan Perahu

Puluhan Rumah di Desa Tegalrejo Widang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Genjot Pengembangan Inovasi, Pemkab Tuban Raih Penghargaan Nasional dari BRIN

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Kunjungi Pasar Tradisional di Tuban, Presiden Joko Widodo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil
Next Article Syukuran Tim U-22, Indonesia Tidak di Banned FIFA, Bisa Menuju SEA Games 2023

Populer

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
Berita
Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru
Berita
UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit
Berita
Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan
Sosial
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
  • Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?