LAMONGAN, arsip.bhantaran.com – Nekat berenang meski tidak bisa berenang, seorang siswa SMA di Lamongan akhirnya meninggal akibat tenggelam di sungai sedalam 3 meter, Rabu (7/12/22). Tragedi itu dialami M Firdaus Dwi Saputra (16), warga Dusun Ngembet RT 001/RW 007 Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, setelah mencuci bendera pramuka dan tenda bersama dua orang temannya.
Korban tewas tenggelam di pintu air (DAM) sungai sebelah Timur Desa Sungegeneng, Kecamatan Sekaran. Lokasi kejadian tepat di perbatasan antara Desa Sungegeneng dengan Desa Sungelebak, Kecamatan Sekaran. Korban ditemukan dari dalam sungai setelah 1 jam pencarian, atau tepat pukul 17.00 WIB.
Informasi yang didapat, sebelum kejadian korban bersama tiga orang temannya, masing-masing Teguh Nasrullah (16), Abdur Rofik (16) dan Nasrul Alimudin (17) meninggalkan ponpes Matoli’ul untuk menuju ke DAM atau pintu air sungai di Timur Desa Sungegeneng.
Mereka bermaksud mencuci bendera pramuka dan tenda perkemahan karena rencananya pada 26 Desember 2022 akan dipakai kperkemahan di sekolah. Mereka menyelesaikan pekerjaannya mencuci bendera pramuka dan tenda.
Usai mencuci, keempat siswa ini bukannya langsung kembali ke ponpes, melainkan melanjutkan dengan mandi bersama. “Mereka melompat ke air namun teman-teman korban tidak mengetahui bahwa korban tidak bisa berenang,” kata Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiantoro.
Setelah korban melompat ke dalam sungai, ternyata tidak kunjung muncul ke permukaan. Tiga temannya penasaran dan waswas karena korban lama tidak muncul. Dan mereka baru menyadari bahwa korban tidak bisa berenang.
Ketiga siswa itu panik, lalu meminta bantuan kepada warga yang melintas, dan bersama-sama mencari korban. Baru pada pukul 17.00 WIB korban ditemukan namun sudah meninggal dunia. Begitu korban ditemukan dan diangkat dari dasar sungai sedalam 3 meter, teman-temannya seketika shock dan menangisinya.
Menurut Anton, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Pihak keluarga juga tidak menghendaki dilakukan autopsi, sehingga korban langsung dibawa ke rumah duka di Ngembet untuk disucikan, dishalati dan dimakamkan. Sc: Surya

