By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Gotong Royong Atasi Pandemi Covid-19
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Nasional > Sosial > Gotong Royong Atasi Pandemi Covid-19
BeritaNasionalSosial

Gotong Royong Atasi Pandemi Covid-19

admin
Last updated: Juli 29, 2021 7:00 am
By admin 4 Min Read
Share
SHARE

arsip.bhantaran.com —- Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada kembali menggelar webinar dalam upaya turut berkontribusi dalam mengatasi pandemi Covid-19. Webinar seri kedua kali ini mengangkat topik Bergotong Royong Melawan Covid-19.

Prof. Drs. Koentjoro, MBsc., Ph.D, Ketua Dewan Guru Besar UGM, mengatakan ketika PPKM dilaksanakan hingga tanggal 20 Juli 2021, masyarakat merasa terhambat. Kondisi ini menjadikan mobilitas yang mestinya bisa dikurangi tidak dipahami dengan benar.

“Bahkan, muncul demo di sana sini hingga ada jenazah terpapar covid dimakamkan sendiri. Ini tentu menjadi keprihatinan, kalau seperti ini terus terjadi sampai kapan akan selesai,” ujarnya, di Kampus UGM, Senin (26/7).

Ia menambahkan saat penyelenggaraan webinar pertama, DGB UGM pernah mengusulkan betapa pentingnya gotong royong dalam situasi pandemi. Dengan bergotong royong akan mampu melalui situasi ini dengan baik.

“Jadi, sebetulnya seperti PPKM itu tidak diperlukan jika masyarakat secara sadar membatasi pergerakan untuk mengurangi penyebaran virus. PPKM tidak perlu ada,” katanya.

Sementara itu, Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng, dalam sambutannya menyatakan keadaan pandemi saat ini belum membaik karena para penderita covid terus meningkat. UGM terus melakukan berbagai upaya guna merealisasikan solidaritas dan sikap gotong royong.

Sikap tersebut ditunjukkan dengan menyediakan beberapa selter penanganan covid yang tidak hanya untuk warga UGM tetapi untuk masyarakat DIY. UC UGM adalah salah satu selter terbaru saat ini dan sudah terisi 53 pasien covid, demikian pula dengan selter-selter lainnnya Asrama Mahasiswa di Baciro, Wisma Kagama, Asrama Karanggayam, PIAT, Wanagama, Bayat dan Masjid Mardliyyah.

“Dengan solidaritas dan kegotong royongan menjadi hal penting untuk mengatasi masalah pandemi saat ini. Selain itu, semoga 70 persen warga DIY mendapat vaksin dapat tercapai. Ini adalah upaya memerangi Covid-19, semoga bisa dipercepat sehingga bisa terbentuk herd immunity,” katanya.

Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K)., PhD, Dekan FKKMK UGM, menambahkan situasi dan korban Covid-19 di Indonesia saat ini belum aman. Menurutnya, telah terjadi penurunan terhadap kepatuhan protokol kesehatan.

“Karena merasa sudah divaksin menganggap aman, lengah dan abai terhadap prokes. Selain itu, lonjakan kasus karena disebabkan liburan lebaran kemarin, munculnya varian delta dan adanya berita-berita hoax di medsos,” terangnya.

Rimawan Pradiptyo, Ph.D, Kepala Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM sekaligus pendiri komunitas SONJO, mengatakan untuk bisa bergerak bersama maka diperlukan pemahaman terhadap masalah yang dihadapi yaitu pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 dipandang sebagai perubahan yang mendasar maka diperlukan respons yang juga berubah.

“Secara teori, sebelum pandemi Covid-19 yang namanya kerumunan dan mobilitas manusia itu adalah tulang punggung ekonomi adalah betul. Tetapi di saat ini kita dituntut cepat berubah karena kerumunan dan mobilitas itu sekarang justru sumber masalah,” ucapnya.

Rimawan menyampaikan untuk bisa membantu penanganan pandemi Covid-19 tidak sepenuhnya bisa mengandalkan sumber daya yang dimiliki pemerintah. Sumber daya pemerintah tidak banyak dan terbatas.

Pemerintah tidak memiliki dana banyak sehingga ketika pemerintah melakukan defisit anggaran maka anggarannya hanya 6 persen dari GDP. Jumlah ini tidak sama dengan negara-negara lain yang mencapai 15-30 persen.

“Kemampuan pemerintah terbatas. Lalu, kita bisa bantu apa, dan kemana, maka terbaik adalah mendekat pada masyarakat karena di masyarakat banyak resources meski tidak dalam bentuk uang,” jelasnya.

Rimawan mengatakan menurut teori ekonomi yang dimaksud sumber daya itu bermacam-macam. Tidak selalu dalam bentuk uang, tetapi bisa dalam wujud kerja sama atau gotong royong.

“Itulah yang berkembang di SONJO. Komunitas ini berdiri untuk membantu penangan Covid-19. Jadi jangan heran, di SONJO tidak ada aliran dana, dari dulu nol sampai sekarang juga nol,” terangnya.

Sumber : ugm.ac.id

You Might Also Like

UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit

Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan

Peringkat 1 di Indonesia, Bidang Ilmu Studi Pembangunan dan Ilmu Politik UGM Tembus 100 dan 200 Top Dunia

Pangdam V/Brawijaya Kunjungi Marshalling Area Yonif TP 932/Sunan Bonang, Apresiasi Dukungan Pemkab Tuban

Cabuli Dua Bocah, Pria Asal Semarang di Tangkap Satreskrim Polres Tuban

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Pemkab Tuban Terapkan Pembangunan Kolaboratif, 100 Titik Jalan Bakal Diperbaiki
Next Article Mas Bupati Kroscek Langsung ke Rumah KPM Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Populer

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Diminta Genjot Pemanfaatan Bahan Bakar
Headline
Pengawasan Program MBG Diperkuat, Kejaksaan Agung RI, dan Pemkab Tuban Ajak Masyarakat Jaga Dapur MBG
Daerah
Halal Bihalal Pemkab Lamongan Perkuat Performa Kerja
Berita
Lamongan Gelar Boranan Agung, 1447 Porsi Dibagikan
Daerah
Pemerintah Akan Tetapkan Lahan Sawah yang Dilindungi di 12 Provinsi
Berita
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit
  • Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?