By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Merawat Kebangsaan dengan Menjaga Lingkungan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Headline > Merawat Kebangsaan dengan Menjaga Lingkungan
Headline

Merawat Kebangsaan dengan Menjaga Lingkungan

admin
Last updated: April 12, 2021 1:06 pm
By admin 2 Min Read
Share
SHARE

arsip.bhantaran.com — Merawat kebangsaan, Indonesia, tidak hanya persoalan seputar empati dan bersikap menghargai terhadap semua suku bangsa. Guru Besar Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) UGM, Prof. Susetiawan, menuturkan bahwa merawat kebangsaan juga termasuk dengan menjaga lingkungan sekitar.

“Merawat ke-Indonesia-an tidak hanya (perihal merawat) hubungan antar manusia, tetapi (juga perihal merawat) hubungan antar orang dan kondisi lingkungan fisik yang menghidupi orang itu, di tempat itu,” jelas Susetiawan dalam acara PolgovTalks pada channel Youtube Department of Politics and Goverment – Universitas Gadjah Mada, Jumat (9/4).

Dengan demikian, perusahaan-perusahaan yang kemudian mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah, serta kemudian membuat ketidaknyaman pada masyarakat setempat, merupakan praktik-praktik yang tidak merawat ke-Indonesia-an. Susetiawan menegaskan sebuah perusahaan tidak hanya berorientasi untuk mencari keuntungan belaka, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

Susetiawan berharap perusahaan memiliki social policy untuk dirinya sendiri sedari awal. Corporate Social Responsibilty (CSR) dan biaya yang digelontorkan juga seharusnya tidak hanya untuk meredam kemarahan masyarakat sekitar.

“Tanggung jawab sosial perusahaan bukan karena muncul dari sebuah UU, tapi dari nurani bahwa ‘saya (perusahaan) juga bertanggung jawab dalam menyejahterakan masyarakat sekitar,” tambah Susetiawan.

Susetiawan pun mengekspektasikan adanya Integrated Planning di kemudian hari, dimana berbagai perusahaan saling bekerja sama membuat sebuah perencanaan terpadu untuk memberdayakan komunitas masyarakat. Ada pembagian partisipasi dan pembiayaan dalam program pemberdayaan sehingga pembangunan kesejahteraan masyarakat atau perawatan kepada ke-Indonesia-an dapat berlangsung dengan lebih baik.
Data Kerusakan Lingkungan

Menurut data yang dipublikasikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia melalui situs proper.menlhk.go.id, saat ini masih terdapat 303 perusahan yang berada dalam kategori “merah” dan 2 perusahaan dalam kategori “hitam”. Menurut penilaian dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Mengelola Lingkungan Hidup (PROPER), perusahaan dalam kategori “merah” adalah perusahan yang melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup dengan cara yang belum sesuai dengan aturan perundang-undangan. Sedangkan, perusahan berkategori “hitam” adalah perusahaan yang sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan dampak kerusakan bagi lingkungan hidup.

Sumber : ugm.ac.id

You Might Also Like

Harga Minyak Dunia Naik, Pemerintah Diminta Genjot Pemanfaatan Bahan Bakar

Polres Tuban Berhasil Ungkap 55 Kasus Pekat Semeru 2026

SPPG Mrutuk Widang Distribusikan MBG ke Dusun Terpencil Menggunakan Perahu

Puluhan Rumah di Desa Tegalrejo Widang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Genjot Pengembangan Inovasi, Pemkab Tuban Raih Penghargaan Nasional dari BRIN

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Kegiatan Keagamaan Ramadhan di Lamongan Diperbolehkan
Next Article Bupati Tuban Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Peradilan Modern

Populer

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
Berita
Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru
Berita
UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit
Berita
Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan
Sosial
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan
  • Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?