By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Masyarakat Perlu Hati-Hati Gunakan Istilah Lockdown
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Masyarakat Perlu Hati-Hati Gunakan Istilah Lockdown
Berita

Masyarakat Perlu Hati-Hati Gunakan Istilah Lockdown

admin
Last updated: April 6, 2020 12:41 pm
By admin 2 Min Read
Share
SHARE

Masih ada warga yang belum paham bagaimana menerapkan atau bahkan belum tertib melakukan social distancing. Foto: Ist

 

arsip.bhantaran.com – Pemerintah dinilai kurang baik dalam merespon wabah Covid-19, sehingga transmisi virus kini semakin menyebar dan menambah jumlah pasien hampir setiap harinya.

Hal ini tampak dari pesan kebijakan yang disampaikan, hingga kurangnya koordinasi dari semua pihak yang berwenang dalam melakukan penanganan.

Demikian disampaikan Dosen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM, Ambar Widaningrum dalam diskusi dari Dinamika Kebijakan Krisis Covid-19, pada Rabu (01/04/2020).

Ambar mengatakan, saat ini semua pihak yang berwenang harus menjadi pembelajar kebijakan.

“Terkait social distancing masih menimbulkan misinformasi. Masyarakat perlu berhati-hati menggunakan istilah lockdown, karena yang saya lihat masyarakat hanya mengisolasi diri secara sosial,” jelasnya.

Ambar menyarankan agar pemerintah pusat dan daerah saling koordinasi, sehingga kebijakan apapun yang dilakukan bisa sinergi.

Di samping itu, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang strategis, tetapi juga komprehensif.

Ambar mencontohkan, beberapa negara yang terjangkit Covid-19 bisa dengan tegas memutuskan untuk lockdown atau rapid test secara massal.

Selain itu, masih ada warga yang belum paham bagaimana menerapkan atau bahkan belum tertib melakukan social distancing.

“Penting adanya komitmen dari pemerintah di semua level, melibatkan semua stakeholder, termasuk masyarakat betul-betul mengikuti himbauan dan aturan dengan konsisten,” jelasnya.

Dia menilai penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan efektif, karena berfokus pada peniadaan kegiatan-kegiatan primer.

“Tinggal dilaksanakan dengan tertib, supaya membuahkan hasil,” ujarnya.

Kebijakan tentang edukasi sosial, kata Ambar, penting juga dipertimbangkan untuk memerangi berita hoaks semakin tak terkendali, serta menghindari misinformasi.

Upaya ini sudah dilakukan di beberapa universitas dengan pertimbangan dari hasil riset yang telah dilakukan.

“Lembaga pendidikan di sini memiliki peran untuk memperkuat edukasi tentang Covid-19,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, infrastruktur pendukung penanganan Covid-19 sudah seharusnya diperkuat.

Belum lama ini terbit kebijakan tentang relokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, insentif bagi tenaga medis dan kesehatan, izin impor, instruksi presiden (inpres) tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa.

Ambar mengimbau semua orang untuk mengawal implementasinya.

“Karena kebijakan sudah tepat untuk memperkuat ketersediaan dan keandalan infrastruktur,” tandasnya.

Sumber : KAGAMA.CO

You Might Also Like

Operasi Gabungan, 3.040 Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Lamongan

Pemkab Tuban dan Unair Perkuat Sinergi, 194 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi

Bupati Tuban Apresiasi Polres Tuban, Sinergi Jaga Kondusivitas Dukung Pembangunan dan Investasi

Pemkab Tuban Siapkan 1.334 Petugas Petakan Kondisi Ekonomi Daerah

Sertijab Wakapolres Tuban, Beberapa Kapolsek Juga Bergeser

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Antisipasi Penyebaran Covid -19 Pemuda Mlangi Peduli Semprot Rumah Warga
Next Article Inilah Cara Pemdes Mlangi Melawan Penyebaran Covid-19

Populer

Ikan Zebra Potensi jadi Hewan Model Riset Biomedis
Breaking News
Wabup Tuban Ajak Anggota Pramuka Terapkan Trisatya dan Dasadarma
Headline
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan Praktik di Yayasan Berkas Bersinar Abadi
Berita
Dua Pengedar Sabu Berhasil Ditangkap Satres Narkoba Polres Tuban
Hukum & Kriminal
Prestasi Terbaik, Pemkab Tuban Raih Penghargaan JDIH Jatim
Daerah
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Ikan Zebra Potensi jadi Hewan Model Riset Biomedis
  • Operasi Gabungan, 3.040 Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Lamongan

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?