By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Sambut Hari Santri Nasional Pemkab Lamongan Gelar Seminar, Persepsi Santri di Era Millenial
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Daerah > Sambut Hari Santri Nasional Pemkab Lamongan Gelar Seminar, Persepsi Santri di Era Millenial
BeritaDaerah

Sambut Hari Santri Nasional Pemkab Lamongan Gelar Seminar, Persepsi Santri di Era Millenial

admin
Last updated: Oktober 22, 2019 3:31 am
By admin 2 Min Read
Share
SHARE

Bhantaran.com|Lamongan – Momen Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober memiliki pemahaman yang luas. Hal itu seperti yang disampaikan K.H Ali Maschan Moesa dalam seminar membedah persepsi santri dalam era millenial dan tradisi budaya santri di Pendopo Lokatantra Lamongan, Senin (21/10).

“Kita perlu menyamakan presepsi tentang santri. Banyak orang salah paham memahaminya. Bahwa santri identik dengan mereka yang pernah belajar di pondok pesantren saja,” ungkapnya.

Seminar yang juga di hadiri Kepala Balai Diklat Keagamaan Surabaya Muchamad Toha dan diikuti 600 peserta ini membahas santri dalam arti yang lebih luas.

K.H Ali Maschan Moesa kemudian menjelentrehkan soal istilah kaum priyai, santri dan abangan Kaum santri seperti dijelaskannya merupakan orang yang aktif melakukan kewajiban dan ajaran agama Islam dengan baik.

Sedangkan abangan merupakan penganut Islam yang tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban atau ritual kaum muslimin pada umumnya. “Sehingga kita perlu menyamakan persepsi bahwa santri itu terkait keimanan kita,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan peran signifikan santri dalam proses kemerdekaan Indonesia. Sehingga saat ini setiap 22 Oktober-November diperingati sebagai Hari Santri.

Sementara itu Bupati Lamongan Fadeli menyampaikan bahwa momen Hari Santri harus dijadikan sebagai ajang memperbaiki kualitas diri.

“Negara Indonesia merupakan Negara yang besar. Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan di Lamongan sebanyak 99,6 persen masyarakatnya beragama islam. Sehingga momen Hari Santri harus dijadikan sebagai ajang memperbaiki kualitas diri (umat muslim),” ujar Fadeli.

Dalam kesempatan tersebut Sekkab Yuhronur Efendi dalam laporannya selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2019 di Lamongan sudah mengintruksikan kepada seluruh camat agar menggelar apel santri serentak di wilayah masing-masing.

Rangkaian acara Hari Santri masih akan berlangsung hingga tanggal 22 oktober, dengan melaksanakan Apel Hari Santri di Alun-alun Lamongan. Dilanjutkan dengan pembukaan pameran hasil karya para santri dan UKM di tempat yang sama.

Sementara pada malam harinya akan diadakan pawai ta’aruf yang diikuti sebanyak 2.000 santri dan dimeriahkan pentas seni serta gambus.(red)

You Might Also Like

Prestasi Terbaik, Pemkab Tuban Raih Penghargaan JDIH Jatim

Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Tiga Pelaku Pengedar Uang Palsu di Pasar Wage Grabagan Diringkus Polres Tuban

Jembatan Merah Putih di Bangilan Tuban Diresmikan

Empat Pelaku Pengeroyokan di Kenduruan Berhasil Ditangkap Satreskrim Polres Tuban

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Tingkatkan SDM Petani, Dinas TPHP Lamongan Gelar Temuwicara Kontak Tani
Next Article Pemuda Tuban Terpilih Menjadi Duta Pemuda Jatim

Populer

Mas Bupati dan Kapolres Tuban Tinjau Lokasi Kebakaran di Pasar baru
Berita
UGM Luncurkan Kendaraan Listrik eKarsa untuk Layanan Rumah Sakit
Berita
Kapolres Tuban Kunjungi Penyandang Disabilitas di Singgahan
Sosial
Peringkat 1 di Indonesia, Bidang Ilmu Studi Pembangunan dan Ilmu Politik UGM Tembus 100 dan 200 Top Dunia
Berita
Pangdam V/Brawijaya Kunjungi Marshalling Area Yonif TP 932/Sunan Bonang, Apresiasi Dukungan Pemkab Tuban
Berita
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Prestasi Terbaik, Pemkab Tuban Raih Penghargaan JDIH Jatim
  • Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Polri Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?