SURABAYA, arsip.bhantaran.com – Kediri adalah kota tertua ketiga di Indonesia. Kota ini sekaligus dipandang sebagai kota sakral karena memiliki beberapa mitos sejak berdirinya ketika zaman kerajaan-kerajaan menguasai Nusantara.
Kota Kediri dikenal memiliki banyak kisah misteri dan mitos yang bahkan sampai saat ini masih dipercaya banyak kalangan dan masih terus diperbincangkan.
Salah satunya yang paling terkenal adalah mitos bahwa presiden yang berkunjung ke Kediri akan cepat lengser. Lalu bagaimana asal usulnya?
Dikutip dari berbagai sumber, ternyata mitos ini berkaitan dengan dua kutukan, yakni kutukan kitab pada zaman kerajaan Kalingga dan kutukan kerajaan Kediri.
Versi kutukan kitab pada zaman kerajaan Kalingga. Penguasa kerajaan Kalingga yaitu Kartikea Singha, suami Ratu Shima menyusun kitab yang berisi tentang hukum pidana pertama di nusantara, yang kemudian diberi nama Kalingga Darma Sastra dan terdiri dari 119 pasal.
Ketika menyusun kitab tersebut, Kartikea Singha memberikan kutukan yang berbunyi, “Siapa kepala negara (yg memiliki jabatan tinggi) yang tidak suci benar masuk wilayah kota Kediri maka dia akan jatuh.”
Kemudian untuk versi kutukan kerajaan Kediri. Konon dala. riwayat Babat Kadhiri, terdapat kutukan pada kerajaan Kediri apabila terlibat dalam peperangan dengan musuh.
Bunyi kutukan tersebut, “Jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu akan selalu memenangkan pertempuran, akan tetapi sebaliknya jika musuh langsung menyerang ke pusat kerajaan Kediri lebih dulu maka musuh itu akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang”.
Dari kutukan tersebut, ada yang menafsirkan, apabila presiden berani singgah ke Kediri, maka posisi (kekuasaan) mereka akan mudah diserang oleh musuh atau lawan politiknya.
Hingga sekarang kedua kutukan ini lah yang dipercaya masyarakat dan konon membuat kepala negara menghindari untuk bertandang ke kota ini.
Kutukan ini dikaitkan dengan lengsernya beberapa Presiden Indonesia usai tidak lama berkunjung ke Kediri, yakni Presiden Soekarno, BJ Habibie dan Abdul Rahman Wahid atau Gus Dur. Namun faktanya hal ini belum bisa dibuktikan keasliannya sehingga masih menjadi misteri, bisa jadi hal tersebut hanya sebuah kebetulan belaka.
Namun beberapa sumber informasi mengatakan bahwa sepanjang pemerintahannya selama 32 tahun, Soeharto tidak pernah menginjakkan kaki ke Kediri.
Demikianlah asal mula mitos mengenai presiden yang akan lengser apabila berkunjung ke Kediri, yang berhasil dirangkum beritajatim dari berbagai sumber.
SC : Beritajatim.com

