By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Reading: Mahasiswa UGM Rancang Alat Pembuat Asap Cair Berkualitas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Akurat, Tajam dan TerpercayaAkurat, Tajam dan Terpercaya
  • Kuliner
  • Sports
  • Wisata
  • Nasional
    • Politik
    • Ekonomi
    • Sosial
    • Kabar Desa
  • Daerah
    • Ekonomi
    • Hankam
    • Hukum & Kriminal
    • Kesehatan
    • Pendidikan
    • Peristiwa
  • Internasional
  • Seni & Budaya
    • Budaya
    • Mistik
    • Seni
  • Sports
  • Lifestyle
    • Kecantikan
    • Kuliner
    • Selebrity
    • Wisata
    • Suara Tokoh
    • Opini
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Media Bhantaran News Network. AWLabs Design Company. All Rights Reserved.
Akurat, Tajam dan Terpercaya > Blog > Berita > Daerah > Pendidikan > Mahasiswa UGM Rancang Alat Pembuat Asap Cair Berkualitas
BeritaDaerahPendidikan

Mahasiswa UGM Rancang Alat Pembuat Asap Cair Berkualitas

admin
Last updated: November 21, 2020 8:27 am
By admin 3 Min Read
Share
SHARE

YOGYAKARTA, arsip.bhantaran.com — Asap cair merupakan salah satu produk olahan kelapa yang dihasilkan dari proses pirolisis. Asap cair diketahui dapat digunakan sebagai pengawet kayu dan koagulan, antimikroba dan pengawet alami makanan pengganti formalin atau boraks yang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan. Namun demikian, di industri pengolahan asap cair cukup banyak di Indonesia, namun sayangnya banyak UMKM yang memiliki keterbatasan alat untuk memproduksi asap cair dengan kualitas tinggi.

Melihat persoalan tersebut, lima orang mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM yang terdiri dari Nur Hidayah, Dwi Rahmasari Fatmawati, Dewi Rizqiyana, Aldi Riyanto, dan Sabda Alam yang dibimbing oleh Dosen Departemen Kimia FMIPA UGM, Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng., mengembangakan rancangan alat teknologi redestilasi asap cair sebagai solusi peningkatan kualitas asap cair. Konsep rancangan ini pun berhasil mendapatkan dana hibah melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM T) Kemendikbud.

Nur Hidayah selaku ketua tim mengatakan teknologi redestilasi asap cair yang mereka kembangkan memang bertujuan meningkatkan kualitas asap dengan kemampuan menjernihkan produk asap cair sehingga nantinya dihasilkan asap cair dengan grade 2 dan 1 yang memiliki nilai fungsional yang lebih baik dibanding asap cair grade 3. Namun, yang berbeda dari rancangan teknologi ini dibanding teknologi yang sudah ada adalah adanya penambahan kolom zeolite yang berguna untuk menyaring senyawa berbahaya dalam asap cair. “Pada kolom zeolit akan terjadi proses penyaringan senyawa berbahaya yang masih terkandung dalam asap cair,” kata Nur Hidayah, Kamis (19/11).

Teknologi ini terdiri atas tabung destilasi, 2 tabung kondensor, dan kolom zeolit. Pada tabung destilasi akan terjadi proses pemanasan dan pemisahan senyawa yang terkandung dalam asap cair berdasarkan perbedaan titik didih senyawa tersebut. Sementara pada tabung kondensasi akan terjadi proses konversi senyawa dari bentuk uap menjadi bentuk cair kembali sehingga dihasilkan asap cair.

Adapun komponen lain yang digunakan untuk pembuatan alat ini antara lain tabung destilasi food grade, tabung kondensor stainless steel, pipa spiral stainless steel food grade, zeolite granular, kran air, pompa kondensor, dan pipa PVC. Menurutnya, rancangan teknologi redestilasi ini diharapkan dapat membantu UMKM pengolahan asap cair di Indonesia sehingga asap cair yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan mampu bersaing dengan produk pengasapan dan pengawet makanan lain.
Sumber : ugm.ac.id

You Might Also Like

Gadis Palembang Bikin Bangga UI! Grimonia Patriosa Sabet Wakil I None Jakarta Pusat 2026

Operasi Gabungan, 3.040 Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Lamongan

Pemkab Tuban dan Unair Perkuat Sinergi, 194 Mahasiswa KKN Siap Mengabdi

Bupati Tuban Apresiasi Polres Tuban, Sinergi Jaga Kondusivitas Dukung Pembangunan dan Investasi

Pemkab Tuban Siapkan 1.334 Petugas Petakan Kondisi Ekonomi Daerah

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Pemkab Tuban Kaji dan Hitung Ulang Pembangunan Jembatan Tambahan Glendeng
Next Article Penyaluran Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos Ditargetkan Rampung pada Awal Desember 2020

Populer

Ikan Zebra Potensi jadi Hewan Model Riset Biomedis
Breaking News
Wabup Tuban Ajak Anggota Pramuka Terapkan Trisatya dan Dasadarma
Headline
Sertijab Wakapolres Tuban, Beberapa Kapolsek Juga Bergeser
Berita
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lamongan Praktik di Yayasan Berkas Bersinar Abadi
Berita
Dua Pengedar Sabu Berhasil Ditangkap Satres Narkoba Polres Tuban
Hukum & Kriminal
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -

BhantaranBhantaranBhantaran

Bhantaran

Akurat, Tajam dan Terpercaya

Kami adalah media online yang menyajikan berita yang tajam dan akurat untuk Anda.

Sumber Informasi Terpercaya

Terkini

  • Gadis Palembang Bikin Bangga UI! Grimonia Patriosa Sabet Wakil I None Jakarta Pusat 2026
  • Ikan Zebra Potensi jadi Hewan Model Riset Biomedis

Afiliasi

Link

Susunan Redaksi
Pedoman Media Siber
Kerahasiaan Pribadi
Tentang Kami
© 2024 Media Bhantara News Network. AWLabs Design. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?